Belajar dari Pak Adang

Setelah beberapa lama tidak berkunjung ke Gedung DPRD DKI Jakarta di Kebon Sirih, pagi ini saya kembali berkunjung untuk urusan pekerjaan. Karena saya datang lebih dulu, saya tunggu teman di halte kebon sirih. Seperti waktu-waktu sebelumnya, saya seringkali lihat ada seorang tua tukang service jam yang mangkal persis di samping halte. Kebetulan juga jam tangan saya baterainya habis jadi sambil nunggu sekalian ganti baterai jam.

Sambil senyum beliau menerima order dari saya. Dengan peralatan sederhana, beliau terlihat cekatan mengganti baterai jam saya meskipun beberapa kali beliau menghela napas panjang saat membuka baut back cover jam saya. Sambil mengganti baterai jam sesekali beliau lontarkan pertanyaan-pertanyaan ringan pada saya sampai akhirnya kami berdua ngobrol. “Saya Adang”, itulah yang beliau ucapkan ketika saya tanya namanya. Dengan logat dan nada suara santun dan lembut pak Adang menjawab semua pertanyaan yang saya lontarkan padanya.

Diusia yang sudah menginjak 87 tahun pak Adang masih mampu pulang pergi dari rumahnya di daerah Rawamangun ke tempatnya mangkal di halte kebon sirih untuk melakukan pekerjaannya sebagai tukang service jam meski kadang beliau harus jalan kaki untuk sampai ke tempatnya mangkal. Pak Adang mangkal setiap hari kerja layaknya orang kantoran, tapi hari jum’at beliau libur (hebat, hari Jum’at jadi hari spesial baginya buat ibadah).

Tidak setiap hari pak Adang dapat order service atau mengganti baterai jam, “kadang ada kadang juga kosong” begitu katanya namun itu tidak menyurutkan niatkan melakukan perkerjaanya ini. “Daripada gak ngapa-ngapain dirumah” katanya lagi. Buat orang seusia beliau, saya salut melihat kemauan dan kerja kerasnya. Harusnya kita yang masih muda bisa belajar banyak dari kemauan dan kerja kerasnya pak Adang. Tanpa terasa akhirnya pak Adang selesai mengganti baterai jam saya. Alhamdulillah, Allah berikan pelajaran pada saya pagi ini lewat orang tua bernama Pak Adang.

Mudah-mudahan pak Adang senantiasa dalam lindungan Allah SWT, amiin..

kebonsirih, 19 mei 2011


Sariawan Pada Balita dan Anak

Siapa bilang sariawan cuma milik orang dewasa? Anak kecil, bahkan bayi pun, bisa terkena. Simak saja pengalaman Ibu Reni saat anaknya (6 bulan) sudah beberapa hari rewel dan tak mau makan, "Badannya agak panas. Lalu saya buka mulutnya. Eh, ternyata ada bercak putih kecil di pipi bagian dalam. Saya bersihkan pakai kasa tak hilang. Rupanya dia sariawan."

Memang, menurut dr. Rini Sekartini, SpA, dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, "Sariawan pada bayi agak sulit diketahui." Umumnya orang awam mengaitkan sariawan ini dengan panas dalam. "Mungkin karena terasa panas pada tenggorokan dan biasanya tampak bercak putih di bagian luar seperti bibir," jelasnya.

Nah, mengapa sariawan bisa terjadi pada anak?

JENIS SARIAWAN

Kasus sariawan pada anak berbeda satu dengan yang lainnya. Ada anak yang sering terkena dan ada juga yang jarang sekali sariawan. "Dikatakan sering bila dalam sebulan terjadi sariawan 2-3 kali. Proses penyembuhannya juga cukup lama, rata-rata 7-9 hari atau bisa sampai 2 minggu," ujar Rini. Jadi, kalau sebulan saja dia dua kali terkena sariawan, maka sepanjang bulan itu anak terus menderita sariawan.

Berdasarkan lokasinya, sariawan pada anak, baik itu bayi maupun balita, lebih sering terjadi pada bibir, lidah, pipi bagian dalam (mukosa), dan tenggorokan. Jarang sekali terjadi sariawan di gusi. Munculnya pun hanya satu, paling banyak dua. Tidak pernah berjejer seperti yang terjadi pada orang dewasa.

Ada beberapa jenis sariawan yang kerap terjadi pada anak. Di antaranya stomatitis apthosa , yaitu sariawan karena trauma, misalnya tergigit atau terkena sikat gigi sehingga luka atau lecet. Lalu, sariawan oral thrush/moniliasis , yang disebabkan jamur candida albican. Biasanya sariawan ini banyak dijumpai di lidah. Ada pula stomatitis herpetik yang disebabkan virus herpes simplek. Sariawan jenis ini berlokasi di bagian belakang tenggorokan.

"Umumnya sariawan yang terjadi pada bayi disebabkan oleh jamur. Sedangkan pada anak balita disebabkan oleh trauma dan juga jamur," jelas Rini

Proses terjadinya sariawan apthosa adalah karena gigitan atau tersodok sikat gigi sehingga menimbulkan luka/lecet. Jika kemudian kuman masuk dan daya tahan tubuh anak sedang turun, maka bisa terinfeksi. Timbul peradangan dan melahirkan rasa sakit atau nyeri.

Sedangkan pada sariawan moniliasis , dalam keadaan normal jamur memang terdapat dalam mulut. Saat daya tahan tubuh anak menurun, ditambah dengan penggunaan obat antibiotika yang berlangsung lama atau melebihi jangka waktu pemakaian, maka akan memudahkan jamur candida albican tumbuh lebih banyak lagi.

Sementara itu sariawan di tenggorokan biasanya langsung terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan pada saat itu daya tahan tubuh sedang rendah.

MENGENALI GEJALA

Wajar jika para ibu sulit melihat tanda-tanda sariawan pada bayi, karena ia belum bisa bicara sehingga tidak bisa mengungkapkan rasa sakitnya. "Umumnya gejala yang muncul adalah suhu badan meninggi sampai 40 derajat Celcius." Bayi pun banyak mengeluarkan air liur lebih dari biasanya. Secara psikis, dia akan rewel. Tak mau makan atau makan dimuntahkan, tak mau susu botol bahkan ASI, dan gelisah terus. "Mulut pun berbau. Biasanya karena kuman atau jamurnya," jelas Rini.

Sedangkan pada anak balita, lebih mudah terdeteksi karena dia sudah bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya. Terkadang disertai suhu yang naik, tapi tidak terlalu tinggi. Biasanya juga disertai berkurangnya nafsu makan.

"Jika pada bayi dan balita ditemui gejala seperti itu, sebaiknya orang tua memeriksa bagian mulutnya," anjur Rini. Dan memang seharusnya dilakukan pemeriksaan mulut secara rutin. Mulut anak dibuka dengan menggunakan alat spatel lidah yang berbentuk besi pipih dan panjang. Tekan lidah dengan alat ini, agak diturunkan sedikit, sehingga dapat terlihat bagian dalam mulut yang terkena sariawan.

Bentuk sariawan akan terlihat seperti vesikel atau bulatan kecil. Warnanya putih atau kekuningan. Mula-mula berdiameter 1-3 mm. Kemudian berkembang berbentuk selaput. Jika selaputnya mengikis, maka akan terlihat berbentuk seperti lubang/ulkus. Besarnya sariawan tetap, tidak membesar, melebar, atau menjalar seperti halnya bisul.

Biasanya pemunculan vesikel ini bersamaan dengan timbulnya panas. Adakalanya vesikel baru muncul 1-2 hari setelah panas. Kadang malah tanpa disertai panas, jika vesikel yang muncul cuma satu. Yang membuat panas umumnya sariawan karena jamur candida atau virus herpes.

Sebetulnya sariawan bisa sembuh sendiri seperti sariawan herpetik. Namun sariawan karena jamur harus diobati dengan obat anti-jamur. Biasanya memakan waktu penyembuhan sekitar seminggu. Jika sariawan tidak diobati akan bisa berkelanjutan. Memang tak sampai menyebar ke seluruh tubuh, paling hanya di sekitar mulut. Tetapi, sangat memungkinkan terjadinya diare, apabila jamurnya tertelan, mengalir lewat pembuluh darah.

PENANGANAN

Kendati sepele, anak jadi sering sulit makan gara-gara sariawan. Karena itu saat memberi makan sebaiknya suapi dengan sendok secara perlahan-lahan. Usahakan memberi minum lewat gelas, bukan dengan botol. Hal ini untuk menghindari kontak langsung dengan sariawan agar tidak menimbulkan gesekan dan trauma.

Makanan pun sebaiknya yang lembut atau cair. Prinsipnya, yang mudah ditelan dan suapi setelah makanan agak dingin agar tak menambah luka. Makanan yang banyak mengandung vitamin C dan B dapat mempercepat proses penyembuhan, misalnya buah-buahan dan sayuran hijau. Sedangkan kekurangan vitamin C bisa mempermudah timbulnya kembali sariawan.

Jika setelah diberi obat, biasanya obat kumur, tapi anak tak jua sembuh, maka harus dicari penyebab lain. Mungkin karena kuman yang bertambah, pemakaian obat dengan dosis yang tidak tepat/kurang, atau cara memberi makanan pada anak sariawan menyebabkan anak trauma lagi di lidah. Bisa juga lantaran daya tahan tubuh anak memang rendah.

Menurut Rini, anak yang sering sariawan lebih banyak karena daya tahan tubuhnya rendah, juga karena kebersihan mulut dan gigi tak terjaga.

Jadi, jangan pernah bosan melatih si kecil untuk menjaga kebersihan mulut dan giginya.

Dari sumber lain disebutkan, sariawan pada balita mengakibatkan balita susah makan dan bisa menurunkan berat badan. Ganguan kesehatan ini sangat umum terjadi, tetapi juga sangat susah diketahui penyebabnya. Bisa karena intoleransi makananan tertentu, atau tanda-tanda penyakit, seperti alergi terhadap susu, gandum, stroberi, yeast, tomat, bahkan kadang-kadang jeruk.

Sebagai solusinya, jika diperkirakan ada makanan penyebab sariawan, sebaiknya hindari makanan itu dalam menu sehari-hari. Lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi kepada dokter agar diketahui pasti penyebabnya. Yang tak kalah penting adalah aturlah makanan anak agar tetap seimbang sehingga tidak terjadi kekurangan gizi, yang berisiko kekurangan berat badan.

Jika terlanjur ada luka di mulut, perhatikan lukanya supaya tidak sakit. Misalnya, jangan diberi makanan yang asam dan panas karena akan menambah rasa pedih dan sakit. Beberapa makanan yang bisa membantu mengatasi luka karena sariawan adalah:

  • Plain yoghurt yang tinggi kandungan bakteri acidophilus. Bakteri menyehatkan ini bisa membersihkan luka.
  • Olesi madu pada luka, karena madu merupakan antiseptik yang bisa membantu penyembuhan, bahkan khasiatnya lebih baik dibanding obat berbentuk jelly yang banyak beredar di pasaran.
  • Bawang putih juga berfungsi antiseptik, dihaluskan dan oleskan pada luka
sumber: tabloidnova.com; ayahbunda.co.id

Kung Fu Panda 2

Dream Works meluncurkan trailer terbaru 'Kung Fu Panda 2'. Dalam trailer tersebut, ditampilkan adegan Wolf Boss dan anggota gengnya menyerang penduduk desa, dan Po bersama anggota kungfu lainnya datang sebagai penyelamat.

Dalam episode kali ini, Po mulai melupakan mimpinya untuk menjadi Dragon Warrior. Bersama teman-temannya, The Furious Five, Po bertugas melindungi Lembah Damai. Masalah timbul ketika salah seorang penjahat, Shen datang untuk menaklukan Cina dan menghancurkan kung fu.

Po melihat ke masa lalu untuk mengungkap rahasia asal-usulnya, dan mencari kekuatan yang dibutuhkannya agar dia berhasil. Belum lama ini, Jack Black sebagai pengisi suara pemeran utama 'Kung Fu Panda 2' itu mengatakan bahwa Po dan musuh bebuyutannya, Shen memiliki masa lalu yang sama.

"Ketika Po melihat Shen, ia mulai teringat akan kenangan masa lalunya sebelum dirinya diadopsi ayah angkatnya, Ping," jelas Jack seperti dilansir Aceshowbiz, Selasa (3/5/2011).

"Dia memiliki pertanyaan yang hingga kini belum terjawab tentang siapa ia sebenarnya," lanjut Black. "Dia ingin menghentikan Shen untuk menghancurkan kung fu dan memperbudak Cina, tapi dia juga ingin jawaban dari Shen. Jadi dia masuk dalam situasi yang kompleks," tambahnya.

Selain Black, ada Dustin Hoffman, Angelina Jolie, dan Jackie Chan yang juga mengisi suara Shifu, Tigress, Monkey. Sedangkan untuk pengisi suara Shen dilakoni oleh Gary Oldman.

Film yang disutradarai Jennifer Yuh Nelson itu akan diluncurkan di Amerika Serikat pada 26 Mei mendatang.

sumber: detikmovie

Madu Pembunuh Bakteri


Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat surat An-Nahl, ayat 69).

INILAH.COM, Jakarta - Selama berabad-abad, madu yang biasanya dikenal sebagai obat tradisional 'pasangan' jamu, kini bisa menjadi senjata pamungkas melawan bakteri ganas seperti MRSA.

Sebuah penelitian di Selandia baru menunjukkan, madu Manuka disebutkan efektif membunuh tiga jenis bakteri yang biasa menginfeksi saat tubuh terluka, termasuk antara lain kuman super Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Madu manuka adalah sejenis madu yang diproduksi lebah penghuni pohon manuka di Selandia Baru. Para ahli telah mengenal jenis madu ini sejak lama karena juga sering digunakan dalam produk-produk penyembuh luka modern.

Tim penelitian yang dipimpin oleh Profesor Rose Cooper, dari University of Wales Institute Cardiff (UWIC), menemukan fakta madu manuka mencegah perlekatan bakteri ke jaringan, suatu langkah penting dalam proses infeksi.

"Mencegah ikatan juga dapat menghambat pembentukan biofilm, yang dapat melindungi bakteri dari antibiotik dan membiarkan mereka menimbulkan infeksi secara terus menerus," kata Cooper, seperti yang dilansir Daily Mail.

Studi lainnya yang dilakukan Cooper menunjukkan, madu manuka membuat MRSA menjadi lebih sensitif terhadap antibiotik seperti oksasilin atau secara efektif membalikkan resistensi antibiotik.

"Ini mengindikasikan bahwa antibiotika saat ini mungkin akan lebih efektif mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri resisten jika dikombinasikan dengan madu manuka," jelasnya.

Masih berdasarkan pendapat Cooper, penelitian dapat meningkatkan penggunaan madu klinis karena para dokter kini tengah dihadapkan pada masalah kian meningkatnya kasus resistensi obat.

"Kita perlu cara-cara inovatif dan efektif untuk mengontrol infeksi luka yang tidak mungkin untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan resistensi anti mikroba."

"Ini akan membantu mengurangi penularan bakteri resisten antibiotik dari luka untuk pasien rentan," pungkar Cooper.


baca juga Sarang Lebah Madu di dvniaCIKUY

Asal Penulisan Simbol @

Pada tahun 1972, Ray Tomlinson mengirim pesan elektronik pertama, yang sekarang dikenal sebagai e-mail , menggunakan simbol @ untuk menunjukkan lokasi atau institusi penerima e-mail. Tomlinson, menggunakan perangkat Teletype Model 33, mengerti bahwa ia perlu menggunakan simbol yang tidak akan muncul dalam nama orang lain sehingga tidak ada kebingungan. Pilihan logis bagi Tomlinson adalah "at sign", baik karena tidak akan muncul dalam nama orang lain dan juga karena mewakili kata "pada," seperti pada pengguna tertentu adalah menempatkan simbol @ ini pada komputer tertentu.

sumber: webopedia.com

R.A. Kartini

Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, R.M. Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang

Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

Pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran, yang merupakan terjemahan oleh Empat Saudara. Kemudian tahun 1938, keluarlah Habis Gelap Terbitlah Terang versi Armijn Pane seorang sastrawan Pujangga Baru. Armijn membagi buku menjadi lima bab pembahasan untuk menunjukkan perubahan cara berpikir Kartini sepanjang waktu korespondensinya. Versi ini sempat dicetak sebanyak sebelas kali. Surat-surat Kartini dalam bahasa Inggris juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Jawa dan Sunda.

Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.

sumber: wikipedia

Kejujuran Syeikh Abdul Qadir Jaelani

Syeikh Abdul Qadir semasa berusia 18 tahun meminta izin ibunya merantau ke Baghdad untuk menuntut ilmu agama. Ibunya tidak menghalangi cita-cita murni Abdul Kadir muda meskipun keberatan melepaskan anaknya berjalan sendirian beratus-ratus kilo. Sebelum pergi ibunya berpesan supaya jangan berkata bohong dalam keadaan apapun. Ibunya memberinya uang 40 dirham dan dijahitkan di dalam pakaian Abdul Kadir. Setelah itu ibunya melepaskan Abdul Kadir pergi bersama-sama satu rombongan yang kebetulan hendak menuju ke Baghdad.


Dalam perjalanan, mereka diserang oleh 60 orang penyamun. Habis harta kafilah dirampas tetapi penyamun tidak mengusik Abdul Kadir karena menyangka dia tidak mempunyai apa-apa. Salah seorang perompak bertanya Abdul Kadir apa yang dia punya. Abdul Kadir menerangkan kalau dia memiliki 40 dirham di dalam pakaiannya. Penyamun itu heran dan melaporkan kepada ketuanya. Pakaian Abdul Kadir dipotong dan didapati ada uang sebagaimana yang diberitahu.


Ketua penyamun bertanya kenapa Abdul Kadir berkata benar walaupun mengetahui uangnya akan dirampas? Abdul Kadir menerangkan yang dia telah berjanji kepada ibunya supaya tidak berkata bohong walau dalam kondisi apapun dan tidak ingin mengingkari amanat ibunya. Mendengar dia berkata begitu, ketua penyamun menangis dan menginsafi kesalahannya. Sedangkan Abdul Kadir yang kecil tidak mengingkari kata-kata ibunya betapa dia yang telah melanggar perintah Allah sepanjang hidupnya. Ketua penyamun bersumpah tidak akan merompak lagi. Dia bertaubat di hadapan Abdul Kadir diikuti oleh pengikut-pengikutnya.

Khalifah Umar dan Pengembala

Suatu ketika, Khalifah Umar mengadakan perjalanan dari Madinah menuju Makkah. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seorang pemuda yang sedang mengembala kambing yang sangat banyak.

"Anak muda, bolehkah aku beli seekor saja hewan gembalaanmu itu?" tanya Khalifah Umar.

"Aku ini hanya seorang budak, Tuan," jawab pemuda itu.

"Memangnya kenapa? Aku tidak peduli engkau seorang budak atau bukan. Aku ingin membeli seekor saja. Dan, aku melihat hewan gembalaanmu ini banyak sekali. Tentu, majikanmu ini seorang yang sangat kaya. Kehilangan seekor kambing baginya apalah artinya. Kau katakan saja bahwa seekor serigala telah memangsanya. Pasti majikanmu akan percaya," bujuk Khalifah Umar.

Mendengar bujukan itu, pemuda tersebut memandang Khalifah Umar dengan tatapan aneh. "Benar Tuan. Kambing ini memang sangat banyak. Jika aku berdusta, majikanku tidak akan pernah tahu dan apalah arti seekor kambing baginya. Tapi,Tuan .., fa innallaah, dimanakah Allah?" katanya.

Umar terdiam mendengar perkataan si pemuda.

"Keimanan kepada Allah, itulah keyakinanku, Tuan! Demi mendapatkan keimanan ini, aku telah melalui teriknya gurun sahara hingga telapak kaki terkelupas. Aku sudah menemani sunyi dan dinginnya malam sampai berurai air mata. Aku melakukan semua ini dengan mengorbankan sesuatu yang agung demi mendapatkan sesuatu yang lebih agung. Namun, sekarang Tuan ingin membeli keimananku dengan segenggam dirham? Tuan ingin menukar keyakinanku ini dengan sekeping dinar? Tidak, Tuan, tidak! Bagaimana mungkin aku sudi menukar mutiara berharga dengan sebongkah batu biasa? Sungguh, seandainya aku harus memilih antara kesenangan dunia dan keimanan ini, aku tak akan sudi menjual keimananku ini!"

Mendengar jawaban pemuda itu, tubuh Khalifah Umar berguncang dan tanpa terasa air matanya menetes. "Wahai, Anak Muda, dimanakah rumah majikanmu?" tanya Khalifah Umar.

Singkat cerita, Khalifah Umar diantarkan ke rumah majikan si pengembala. Sampai di rumah majikannya, Khalifah Umar membeli pemuda itu dan segera memerdekakannya.

Sahur Berenergi Agar Tak Lemas Saat Puasa

Anda sudah lesu dan tak bergairah, padahal waktu berbuka masih lama? Kondisi tersebut memang wajar dialami saat berpuasa. Tapi, Anda bisa mengubah kondisi itu, kok. Ada caranya agar Anda tetap energik saat berpuasa.

Yang perlu Anda ketahui sebelumnya adalah memiliki energi tinggi bukan hanya berarti seberapa banyak Anda makan saat sahur. Menurut ahli gizi dr. Samuel Oetoro, memiliki energi tinggi jika ia dapat terlibat secara total pada apa yang sedang dilakukannya, baik fisik, mental, maupun emosional.

Energi tergantung pada baik buruknya kita memperlakukan diri kita sendiri, baik fisik, emosional, dan spiritual. Makin baik perlakuan terhadap diri, makin tinggi energi yang didapatkan.

Selain mengendalikan emosi, Anda juga perlu mengatur asupan makanan agar tubuh punya energi cukup sepanjang hari. Berikut kiat mengatur energi lewat pilihan makanan saat sahur dan berbuka.

  1. Sayuran, buah-buahan, beras merah, dan benih berkecambah seperti taoge sangat baik untuk menghasilkan energi. Masukkan bahan makanan ini di dalam menu sahur Anda.
  2. Saat sahur dan setelah berbuka, jangan lupa konsumsi juga buah segar dan jus buah. Hati yang merupakan organ penting untuk detoksifikasi (pengeluaran racun dari dalam tubuh) bekerja lebih efisien antara tengah malam dan tengah hari. Makanan yang lain akan mempengaruhi proses detoksifikasi ini.
  3. Usahakan menyertakan sayuran segar untuk menu sahur yang bermanfaat memperlancar metabolisme tubuh dalam menu makan. Begitu pula dengan daging, susu dan produk olahannya, atau ikan.
  4. Jangan makan terlalu ‘berat’ saat sahur dan berbuka. Tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan dengan baik. Jika Anda terlalu kekenyangan, saluran pencernaan bisa bekerja terlalu keras sehingga mengacaukan metabolisme tubuh, yang justru bikin Anda lesu dan lemas. Jadi, makanlah dalam porsi sewajarnya.
  5. Minum 8 gelas air putih dalam sehari. Rata-rata, tubuh kehilangan sekitar 3/4 liter cairan melalui keringat, bernapas, dan air seni. Usahakan saat sahur dan berbuka Anda cukup mendapat asupan air. Jika suka, Anda dapat menambah minuman teh. Jauhi kopi, dan minuman bersoda.
Sumber: VIVAnews

Hubungi kami untuk pesanan Anda

Nomor Rekening tokonya asa
Untuk transaksi di tokonya asa, pastikan Anda cek ketersediaan barang serta lakukan pemesanan terlebih dahulu dan hanya melakukan pembayaran ke Rekening yang tertera berikut:

Rekening : BCA
Cabang : Bursa Efek Jakarta
No. Rekening: 458-0306654
Atas Nama : Tia Sulastia Dinnah

Rekening : Bank Mandiri
Cabang : Kemang
No. Rekening: 126-0004438221
Atas Nama : Tia Sulastia Dinnah

Cara Pembayaran
Pembayaran bisa Anda lakukan melalui ATM, e-banking atau setoran tunai ke salah satu rekening tersebut.

Konfirmasi
Pastikan Anda mencantumkan berita dalam transaksi yang Anda lakukan dan segera melakukan konfirmasi pembayaran lewat telepon ke nomer 021-80218198 atau 0817804781. Verifikasi pembayaran maksimum 2 X 24 jam, bila jumlah telah sesuai maka akan segera dilakukan pengiriman. Pengiriman kami lakukan lewat jasa kurir dengan dengan perkiraan waktu kirim 3 hari setelah verifikasi.

Produk yang sudah dipesan dan dikonfirmasikan pembayarannya tidak dapat dibatalkan pembeliannya, pastikan terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran dan konfirmasi.

Baby Moonwalker - Alat Bantu Belajar Jalan

Detail Produk
Item : Baby Moonwalker
Bahan : Katun
Warna : Biru-Jingga
Kemasan : Box
Min Order: 1 pc
Harga : Rp. 75.000,- (belum termasuk ongkir)


Baby Moonwalker, adalah alat yang di desain khusus untuk membantu si kecil untuk berjalan, terbuat dari bahan yang nyaman dengan bentuk yang dapat disesuaikan. Alat ini di desain khusus tidak hanya untuk membantu si kecil belajar berjalan tapi juga membantu orang tua agar terhindar dari sakit pinggang karena terlalu lama membungkuk saat menitah anaknya.

Telpon untuk ketersediaan barang dan pemesanan: (021) 80218198 atau 0817804781

Pendidikan Kita

Oleh DR Rhenald Kasali

Lima belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. "Maaf Bapak dari mana?" "Dari Indonesia," jawab saya. Dia pun tersenyum.

Budaya Menghukum

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup. saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat."Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesiayang anak-anaknya dididik di sini,"lanjutnya. "Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju.

Encouragement!

Diapun melanjutkan argumentasinya. "Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami. makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita
tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya
sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para
dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul.

Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimanaguru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: Karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. "Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun. Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti." Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Sayaingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan "gurunya salah". Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

Melahirkan Kehebatan

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribusatu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor disekolah. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapatmengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun.

Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

(*) Ketua Program MM UI

Sumber: Milis Bisnis-Kari

Imunisasi

Apakah yang dimaksudkan dengan sistem imun? Kata imun berasal dari bahasa Latin ‘immunitas’ yang berarti pembebasan (kekebalan) yang diberikan kepada para senator Romawi selama masa jabatan mereka terhadap kewajiban sebagai warganegara biasa dan terhadap dakwaan. Dalam sejarah, istilah ini kemudian berkembang sehingga pengertiannya berubah menjadi perlindungan terhadap penyakit, dan lebih spesifik lagi, terhadap penyakit menular. Sistem imun adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkannya, yang bekerja sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda asing seperti kuman-kuman penyakit atau racunnya, yang masuk ke dalam tubuh.


Kuman disebut antigen. Pada saat pertama kali antigen masuk ke dalam tubuh, maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut dengan antibodi. Pada umumnya, reaksi pertama tubuh untuk membentuk antibodi tidak terlalu kuat, karena tubuh belum mempunyai "pengalaman." Tetapi pada reaksi yang ke-2, ke-3 dan seterusnya, tubuh sudah mempunyai memori untuk mengenali antigen tersebut sehingga pembentukan antibodi terjadi dalam waktu yang lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak. Itulah sebabnya, pada beberapa jenis penyakit yang dianggap berbahaya, dilakukan tindakan imunisasi atau vaksinasi. Hal ini dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan agar tubuh tidak terjangkit penyakit tersebut, atau seandainya terkena pun, tidak akan menimbulkan akibat yang fatal.


Imunisasi ada dua macam, yaitu imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya adalah imunisasi polio atau campak. Sedangkan imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi, sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat. Contohnya adalah penyuntikan ATS (Anti Tetanus Serum) pada orang yang mengalami luka kecelakaan. Contoh lain adalah yang terdapat pada bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut menerima berbagai jenis antibodi dari ibunya melalui darah placenta selama masa kandungan, misalnya antibodi terhadap campak.


Pada dasarnya semua orang perlu diimunisasi, terutama orang2 yang berisiko tinggi terkena penyakit, seperti: bayi, anak usia balita, anak sekolah, wanita hamil, wanita usia subur (WUS). ada 2 cara melakukan imunisasi yaitu, oral dan penyuntikan.


Pemberian imunisasi yang terbaik adalah pemberian yang tepat jadual. bila tidak, perlindungan terhadap penyakit yang ingin ditangkal, menjadi tidak optimal.boleh ditunda, bila kondisi anak sedang sakit. bila anak sudah sehat segera lengkapi imunisasinya.

Lima jenis imunisasi yang harus diperoleh anak, yaitu:
  1. BCG diberikan 1 kali (pada usia 1 bulan)
  2. DPT diberikan 3 kali (pada usia 2,3,dan 4 bulan)
  3. Polio diberikan 4 kali (pada usia 1,2,3, dan 4 bulan)
  4. Campak diberikan 1 kali (pada usia 9 bulan)
  5. Hepatitis B diberikan 1 kali (pada usia 0-7 hari)

Apa yang dimaksud dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)?

KIPI adalah kejadian sakit yang mungkin timbul setelah imunisasi. kejadian ini umumnya terjadi dalam masa satu bulan setelah imunisasi.

  1. BCG = setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil yang menjadi luka dengan garis tengah sekitar 10 mm. jangan diberi obat apapun, dan biarkan luka tetap terbuka. luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya dan meninggalkan parut yang kecil.
  2. DPT = kadang2 bayi menderita panas setelah mendapat vaksin ini. tetapi panas ini umumnya akan sembuh dalam 1-2 hari. sebagian bayi merasa nyeri, sakit, merah atau bengkak di tempat suntikan. sedangkan sebagian bayi lainnya tidak. keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu pengobatan, akan sembuh sendiri.
  3. Polio = tidak ada efek samping
  4. Campak = anak mungkin panas pada hari ke 5-12 sesudah suntikan. kadang2 disertai kemerahan pada kulit seperti campak. hal ini adalah gejala penyakit campak ringan dan umumnya setelah 1-2 hari akan hilang.
  5. Hepatitis B = tidak ada efek samping

Apa yang perlu disampaikan kepada ibu yang anaknya demam setelah diimunisasi?

Lebih sering meneteki (ASI) dari biasanya, untuk menjamin bayi/anak menerima cukup zat cair.jika bayi berusia lebih dari 6 bulan boleh diberi tambahan air minum.

Memberikan obat penurun panas dengan dosis sesuai anjuran dokter.

Mengompres dahi bayi dengan menggunakan kain yang dibasahi air hangat.

Membawa bayi ke dokter atau layanan kesehatan jika demam berlanjut.


sumber: dvniaCIKUY